9 Allah menghimbau orang-orang beriman agar segera ke masjid untuk salat berjamaah apabila azan sudah dikumandangkan. Wahai orang-orang yang beriman! Di mana pun dan kapan pun kamu berada. Apabila te 62:9, 62 9, 62-9, Surah Al Jumu'ah 9, Tafsir surat AlJumuah 9, Quran Al-Jumuah 9, Al Jumuah 9, Al-Jumu’ah 9, Surah Al Jumuah ayat 9, #
Bahancair yang digunakan dalam pembuatan berbagai macam adonan adalah air ataupun juga bisa dari bahan cair yang sudah mengandung unsur lain seperti santan, atau susu. Fungsi air dalam adonan, antara lain: memungkinkan terbentuknya gluten, mengontrol kepadatan suhu pada adonan, melarutkan gula dan garam, mengembangkan zat roti sehingga mudah
1 Salat Jumat adalah salat dua rakaat dengan berjamaah yang dilaksanakan sesudah khutbah pada waktu zuhur di hari Jumat. Kelas VII SMP 217 2. Hukum melaksanakan salat Jumat adalah fardu ‘ain bagi setiap laki-laki muslim. 3. Syarat wajib salat Jumat adalah Islam, balig, berakal, sehat, laki-laki, dan bermukim (menetap). 4.
SholatJum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. F. Sunat-Sunat Shalat Jumat 1. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at. Prof.Dr.Nurcholish Madjid berpendapat bahwa riba di mengandung unsur eksploitasi satu pihak kepada pihak lain, sementara
PesantrenBisnis - Pesantren Wirausaha ( Entrepreneur Academy ) pada dasarnya sangat menjunjung tinggi kebebasan, dan hak hak setiap santri, selama mereka dalam kebaikan dan taqwa. Karenanya Kami Meyakini bahwa Semua Anak adalah BINTANG. Untuk Sukses menjadi BINTANG setiap santri harus Mampu komitmen dan disiplin untuk selalu Beriman,
Sebelumshalat Jum’at, ada beberapa amal yang berpahala besar seperti melaksanakan sunnah fitrah (mencukur rambut dan kumis, mencabut bulu ketiak, membersihkan bulu kemaluan, bercelak), mandi, membersihkan dari kotoran dan bau tak sedap, memakai minyak wangi, lalu berangkat ke masjid lebih pagi dengan berjalan kaki dan selainnya.
.
Pertanyaan Apa hukum orang yang mandi pada hari Jumat, dia menganggapnya sebagai mandi wajib, lalu dia berkumur, menghisap air ke hidung dan menyemprotkannya, kemudian dia berangkat shalat tanpa berwudhu, karena dia menganggap bahwa mandi hari Jumat sudah dianggap termasuk wudhu? Teks Jawaban dari sisi apakah dia dianggap wudhu atau tidak, ada beberapa macam; 1-Jika mandinya perkara mubah, seperti untuk membersihkan diri atau mendinginkan tubuh, maka mandi seperti ini tidak dianggap sudah berwudhu. Seandainya dia niat berwudhu dengan mandi, tetap disyaratkan tertib dalam berwudhu. 2-Jika mandinya termasuk perkara wajib, seperti mandi dari junub, haid atau nifas, maka mandi seperti ini dapat dianggap sudah berwudhu. Karena hadats kecil masuk dalam hadats besar. Jika hadats besarnya telah diangkat dengan mandi, maka hadats kecilnya dengan sendirinya telah terangkat. 3-Jika mandinya termasuk perkara sunah. Seperti mandi Jumat. Mandi seperti ini diperselisihkan oleh para ulama, apakah dianggap mengangkat hadats maka dianggap telah berwudhu atau tidak dianggap mengangkat hadats? Pendapat pertama Mandi tersebut dianggap mengangkat hadats. Ini merupakan pendapat dalam mazhab Hambali. Syekh Mansur Al-Bahuti rahimahullah berkata dalam 'Daqaiq Ulin Nuha' 1/55, "Siapa yang niat mandi sunah sedangkan dia memiliki kewajiban atau niat mandi wajib di tempat yang disunahkan, maka hal itu sudah mencukupi yang lain." Pendapat kedua Mandi Jumat tidak dapat dianggap telah berwudhu. Bahkan berdasarkan pendapat yang menyatakan bahwa mandi Jumat adalah wajib. Bahkan dia harus berwudhu bersama mandi. Telah dijelaskan dalam status ini penjelasannya dalam jawaban soal no. 99543. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, "Jika seseorang mandi untuk mendingin tubuhnya, apakah dia tidak perlu berwudhu? Jika hal tersebut tidak dianggap, maka apakah mandi yang tidak perlu berwudhu lagi? Apakah harus dengan nait? Beliau menjawab, "Mendinginkan badan bukan termasuk ibadah dan ketaatan. Jika seesorang mandi sekedar untuk mendinginkan badan, maka dia tidak dianggap berwudhu. Mandi yang dapat dianggap sudah berwudhu adalah mandi junub atau wanita yang mandi dari haidh dan nifas. Karena mandinya untuk menghilangkan hadats. Adapun mandi sunah seperti mandi untuk ihram misalnya, maka mandi tersebut tidak dianggap berwudhu, begitupula mandi wajib jika bukan karena hadats, seperti mandi Jumat, maka tidak dianggap sudah berwudhu. Maka mandi tidak dianggap sudah berwudhu kecuali jika mandi untuk menghilangkan hadats, baik junub, haid dan nifas. Penanya; Bagaimana jika dia niatkan? Syekh Walaupun dia niatkan tidak dianggap berwudhu, karena berwudhu harus tertib. Penanya Mandi untuk menghilangkan hadats, apakah harus niat wudhu? Syekh Jika dia telah niat mandi junub, maka dia tidak perlu niat berwudhu, berdasarkan firman Allah Ta'ala, "Jika kalian junub, maka bersucilah." Tidak disebutkan wudhu di sana." Liqaat Bab Maftuh Kedua Siapa yang shalat Jumat dan mengira bahwa mandi Jumatnya sudah cukup tanpa berwudhu, kemudian ternyata setelah itu jelas baginya bahwa yang benar adalah berbeda dari yang dia kira, maka dia tidak diperintahkan mengulangi shalat-shalatnya yang telah lalu. Untuk mempertimbangkan pendapat mereka yang membolehkannya dari kalangan ulama. Dan itu adalah pendapat yang diakui, disamping bahwa seseorang dimaklumi jika belum sampai kepadanya nash, sebagaimana dinyatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah rahimahullah. Adapun jika telah diketahui dan telah kami jelaskan perbedaan pendapat di antara para ulama, maka tidak diragukan lagi bahwa yang lebih hati-hati dan lebih terbebas dari tanggungan adalah tetap berwudhu selain mandi. Sunahnya adalah wudhu tersebut dilakukan sebelum mandi, bukan sesudahnya. Sebagai tambahan, lihat jawaban soal no. 115532. Wallahua'lam .
Sahabat muslim, kali ini kita akan membahas tentang hukum mandi Jumat sebelum menghadiri shalat JumatNiat Mandi JumatMandi Spekan Sekali, meski Tidak Shalat Jum’atHukum Mandi Jum’at Wajib atau Sunnah?Pendapat pertama, wajib secara mutlak. Pendapat ke dua, sunnah secara mutlak. Pendapat ke tiga, memberikan Mandi JumatBagi orang-orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at, sangat dianjurkan dan ditekankan untuk mandi terlebih dahulu. Baik dia memiliki bau badan yang perlu dihilangkan ataukah tidak. Wajib baginya untuk meniatkan mandi Jum’at, bukan sekedar niat bersih-bersih badan, atau untuk mencari kesegaran, sehingga dia pun mendapatkan pahala atas niatnya tersebut. Terdapat dalil-dalil yang menjelaskan pentingnya mandi Jum’at dan kedudukannya di dalam Islam, sebagaimana yang nanti akan kami Juga Memperpanjang Khotbah dan Mempercepat SalatMandi Spekan Sekali, meski Tidak Shalat Jum’atTerdapat hadits yang menekankan pentingnya mandi setiap pekan minimal sekali. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,حَقٌّ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ، يَغْسِلُ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ“Menjadi kewajiban atas setiap muslim untuk mandi sekali setiap tujuh hari, dia membasuh kepala dan badannya.” HR. Bukhari no. 856 dan Muslim no. 849Dalil ini menunjukkan bahwa setiap muslim dituntut untuk mandi minimal sekali dalam tujuh hari, agar dia tetap bersih dan segar. Waktunya tidak dikaitkan dengan mandi wajib mandi junub, misalnya, karena terkadang waktunya bisa lama, lebih-lebih bagi yang tidak memiliki istri. Akan tetapi, ditekankan untuk mandi dan memperbanyak mandi. Inilah mandi rutin yang dianjurkan setiap pekan sekali, meskipun seseorang tidak menghadiri shalat Jum’at. [1]Baca Juga Mengkhususkan Malam Jumat untuk Salat MalamHukum Mandi Jum’at Wajib atau Sunnah?Tidak ada perselisihan tentang disyariatkannya mandi Jum’at, juga tidak ada perselisihan bahwa shalat Jum’at tetap sah meskipun tidak mandi Jum’at. Yang diperselisihkan oleh para ulama adalah, apakah mandi Jum’at ini wajib? Para ulama fiqh rahimahumullah berbeda pendapat tentang hukum mandi Jum’at menjadi tiga pertama, wajib secara mutlak. Para ulama yang berpendapat wajib, berdalil dengan hadits-hadits berikut dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ“Mandi Jum’at itu wajib atas setiap orang yang telah baligh.” HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,مَنْ جَاءَ مِنْكُمُ الجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ“Siapa saja yang menghadiri shalat Jum’at di antara kalian, maka mandilah.” HR. Bukhari no. 894 dan Muslim no. 844Dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ، جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ“Sesungguhnya ini adalah hari raya yang telah Allah jadikan bagi kaum muslimin. Barangsiapa menghadiri shalat Jum’at, hendaklah mandi. Jika mempunyai minyak wangi, hendaklah mengoleskannya, dan hendaklah kalian bersiwak.” HR. Ibnu Majah no. 1098, dinilai hasan oleh Syaikh Al-AlbaniBaca Juga Mengkhususkan Hari Jumat untuk Berpuasa SunahPendapat ke dua, sunnah secara mutlak. Para ulama yang mengatakan sunnah secara mutlak, mereka berdalil bahwa mandi yang statusnya wajib itu hanya mandi janabah. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا“Dan jika kamu junub, maka mandilah.” QS. Al-Maidah [5] 6Siapa yang tidak junub, maka tidak wajib mandi, namun yang diwajibkan adalah juga berargumen bahwa seandainya jamaah itu shalat Jum’at tanpa mandi Jum’at, maka shalat Jum’atnya sah menurut kesepakatan ulama. Seandainya mandi Jum’at itu wajib, tentu shalat Jum’atnya tidak sah. Sebagaimana status seseorang yang junub, lalu menghadiri shalat Jum’at tanpa mandi Jum’at terlebih dahulu. Maka shalat Jum’at orang tersebut tidak sah berdasarkan ijma’. Baca Juga Keutamaan Waktu Ba’da Ashar Hari JumatPendapat ke tiga, memberikan yang memberikan rincian mengatakan, jika seseorang itu memiliki bau badan yang berpotensi mengganggu orang lain misalnya, karena berkeringat, maka wajib mandi. Jika tidak, maka tidak wajib mandi menjadi sunnah. Di antara ulama yang memiliki pendapat ini adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Wallahu a’lam, pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah pendapat pertama, yang menyatakan bahwa hukum mandi Jum’at adalah wajib secara mutlak. Hal ini karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam tegas mengatakan, غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ“Mandi Jum’at itu wajib atas setiap orang yang telah baligh.” HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846Perkataan Rasulullah, “Mandi Jum’at itu wajib”, adalah perkataan yang tegas dan jelas tentang status hukum mandi Jum’at. Bagaimana mungkin mandi wajib itu hukumnya tidak wajib, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri yang mengatakan wajib?Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,“Perintah untuk mandi di hari Jum’at adalah perintah yang sangat ditekankan. Perintah wajibnya lebih kuat daripada wajibnya shalat witir, membaca basmalah ketika shalat, wajibnya wudhu karena menyentuh wanita, wajibnya wudhu karena menyentuh kemaluan … “ Zaadul Ma’aad, 1 365Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,“Oleh karena itu, jika seseorang melepaskan diri dari sikap ta’ashub fanatik kepada pendapat seorang ulama, dan dia membaca hadits ini, tidak diragukan lagi bahwa dia akan mengatakan wajibnya mandi Jum’at.” Syarh Umdatul Ahkaam, 1 332Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,“Pendapat yang mengatakan wajibnya mandi Jum’at adalah pendapat yang kuat, menurut pandanganku. Siapa saja yang meremehkannya, dia telah meremehkan kewajibannya. Shalat Jum’atnya sah jika dia dalam kondisi suci. Hal ini karena hukum asal dari perintah adalah wajib. Kita tidak memalingkan dari wajib menjadi sunnah, kecuali jika ada dalil. Perintah mandi Jum’at ini datang dalam bentuk tegas, kemudian kewajiban ini dikuatkan lagi dengan dalil-dalil yang shahih dan sharih jelas bahwa mandi Jum’at itu wajib. Dalil semacam ini termasuk dalil yang qath’i. Dalil yang tidak mengandung kemungkinan lain semacam ini tidak boleh ditakwil karena adanya dalil lain yang tampaknya bertentangan, pen.. Bahkan, dalil lain itulah yang harus ditakwil jika secara sekilas tampak bertentangan dengan dalil yang qath’i. Wallahu a’alam.” Ahkaam Khudhuuril Masaajid, hal. 236Pendapat wajib secara mutlak juga dikuatkan dengan kisah sahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu. Ketika Umar bin Khaththab sedang berkhuthbah pada hari Jum’at di hadapan jama’ah, masuklah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Lalu Umar pun memanggilnya seraya bertanya, “Sudah jam berapakah ini?” Laki-laki itu menjawab, “Aku sangat sibuk hari ini. Aku tidak sempat pulang, sehingga ketika terdengar adzan, tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali berwudhu.” Umar berkata, وَالوُضُوءُ أَيْضًا، وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِالْغُسْلِ“Engkau hanya berwudhu? Bukankah Engkau tahu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga memerintahkan untuk mandi?” HR. Bukhari no. 878 dan Muslim no. 845Baca Juga[Bersambung]***Rumah Lendah, 7 Shafar 1441/6 Oktober 2019Penulis M. Saifudin HakimArtikel kaki[1] Lihat Ahkaam Khudhuuril Masaajid, hal. 234.
Kompas TV religi beranda islami Jumat, 8 Oktober 2021 0953 WIB Ilustrasi mandi untuk salat jumat Sumber freepik JAKARTA, - Kita sering bertanya, kenapa ketika Jumat tiba maka disuruh mandi? Ternyata, berkah di dalamnya begitu banyak. Bahkan, dalam Alquran sendiri ada surat khusus tentang hari Jumat. Surat itu bernama surat Al-jumu’ah yang terdiri dari 11 ayat dan merupakan surat ke-62 dalam Alquran. Dalam salah satu ayat, Allah berfirman tentang kenapa salat jumat begitu istimewa. Allah SWT berfirman”Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” QS. Al Jumuah 9. Lalu, bagaimana kok harus mandi untuk salat Jumat? Dalil mandi ini didasarkan atas hadis Nabi, termasuk tatacaranya dan keutamaan di baliknya. Hadis Nabi ini cukup panjang dan menjelaskan tentang amalan bagi muslim yang menyegerakan untuk mandi, bebersih diri dan beribadah untuk salat jumat. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya "Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah Wajib, lalu berangkat menuju masjid, maka ia seakan berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan waktu kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan waktu ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan waktu keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan waktu kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar untuk memberi khuthbah, maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir khuthbah tersebut." HR. Bukhari Jadi, sebenarnya mandi pada hari Jumat itu tatacara mirip dengan mandi janabah atau mandi wajib. Baca Juga Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Usai Berhubungan Suami Istri Halaman Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA
Dianjurkan Mandi Sebelum Shalat Jum’at, Ini Tata Caranya Mandi untuk menghadiri shalat Jum’at itu termasuk aktivitas yang sangat disunahkan. Bahkan seseorang yang tidak sempat melakukan mandi Jum’at disunahkan menggantinya dengan wudu. Adapun niat mandi sunah shalat Jum’at adalah sebagai الغسل لحضور صلاة الجمعة سنة لله تعالىNawaitul ghusla li hudhuri shalatil Jumati sunnatan lillahi taalaSaya niat mandi sunah untuk menghadiri shalat Jum’at karena Allah keutamaan melakukan mandi sunah Jum’at, Syekh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin mengutip beberapa hadis mengenai keutamaan melakukan mandi Jum’ ابن عمر وأنس بن مالك – رضي الله عنهم – قالا قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم - إن تحت العرش مدينة – وقال القرطبي في تفسيره سبعين مدينة – مثل الدنيا سبعين مرة، مملوءة من الملائكة كلهم يقولون اللهم اغفر لمن اغتسل يوم الجمعة وأتى dari Ibnu Umar dan Anas bin Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Di bawah Arasy itu terdapat sebuah kota. Dalam tafsir al-Qurtubi disebutkan terdapat tujuh puluh kota yang kota tersebut seukuran tujuh kali besarnya dunia yang dihuni malaikat. Semua malaikat itu berdoa, “Ya Allah, ampunilah orang yang mandi pada hari Jum’at dan menghadiri shalat Jum’ kutipan lain, Syekh Abu Bakar Syatha mengutip hadis – صلى الله عليه وسلم - إن الغسل يوم الجمعة ليسل الخطايا من أصول الشعر استلالا. رواه SAW bersabda, “Mandi pada hari Jumat itu benar-benar merontokkan dosa-dosa kecil dari pori-pori kulit klik di sini
Hari Jumat sendiri bagi orang muslim adalah salah satu hari terbaik dan istimewa. Pada hari tersebut laki-laki muslim juga diwajibkan menjalankan sholat Jumat di masjid, maka dari itu dielu-elukan dan banyak menjadikannya sebagai hari melakukan kegiatan istimewa. Tidak seperti sholat lainnya, sebelum sholat Jumat diwajibkan untuk mandi terlebih dahulu. Apa saja keutamaan dari mandi jumat tersebut? Hukum dan Pahala Jika Mandi Jumat Manfaat Untuk Tambahan Pahala dan Ampunan Dosa Hukum dan Pahala Jika Mandi Jumat “Barangsiapa berwudhu di hari Jum’at, maka itu baik. Namun barangsiapa mandi ketika itu, maka itu lebih afdhol.” HR. An Nasai no. 1380, At Tirmidzi no. 497 dan Ibnu Majah no. 1091. Menurut para ulama, apa hukum dan keutamaan dari mandi jumat? Sebenarnya mereka mengatakan jika hukumnya masih sunnah akan tetapi bagus apabila dilakukan. Hal ini akhirnya menjawab pada dasarnya belum dikatakan wajib, akan tetapi suatu kegiatan berpahala besar terutama seperti yang dikatakan oleh seorang Alaudin Al-Hashkafi. Beliau dengan jelas dalam kitabnya yang berjudul Advertizing-Dur Al-Mukhtar menjelaskan bahwasanya mandi jumat itu memang disunnahkan, apalagi bila ditujukan sebelum melaksanakan sholat Jumat pada hari tersebut. Hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Az-Zurqani apabila mandi besar pada hari jumat sangat dianjurkan. Anda dapat menemukan penjelasan tersebut dalam kitab berjudul Mukhtashar Khalil. Di mana mandi besar dinyatakan sebagai sunnah muakkad untuk setiap muslim laki-laki yang akan melaksanakan sholat Jumat. Mandi tersebut tentunya akan lebih baik dilaksanakan setelah matahri terbit, bukannya sebelum terbit matahari atau langit masih petang. Jika melaksanakan hal ini, maka tentu pahala akan kita dapatkan dengan melimpah. Terutama seperti kita ketahui dalam agama Islam, yang namanya semua kegiatan bersuci termasuk mandi sangat disukai. Terutama karena tidak hanya membuat tubuh dan pikiran menjadi sehat, tapi nilai pahala meningkat di mata Allah SWT. Apalagi sebagai orang muslim, kita tidak dapat melakukan ibadah kita kepada Allah SWT jika sebelumnya tidak menyucikan diri terlebih dahulu. Selain mandi, di hari Jumat Anda juga disarankan untuk memperbanyak wudhu dan ibadah lainnya. Maka nantinya tabungan pahala setelah meninggal nanti bisa semakin banyak. Manfaat Untuk Tambahan Pahala dan Ampunan Dosa “Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian ia lanjutkan dengan shalat bersama Imam, maka akan diampuni dosa-dosa yang dilakukannya antara hari itu dan hari jum’at yang lain. Dan bahkan hingga lebih tiga hari.” HR. Muslim no. 857. Manfaat lain yaitu kita akan memperoleh ampunan dari segala dosa dari Allah SWT. Kita sudah ketahui sendiri dosa dapat diperoleh dari banyak sumber, misalnya tidak melaksanakan ibadah. Tentu untuk beribadah kita perlu suci terlebih dahulu. Jadi harus mandi dan mensucikan diri seperti berwudhu terlebih dahulu. Kegiatan wudhu pun tidak akan dapat sah kalau kita belum suci dari hadas besar terlebih dahulu. Jadi, agar tidak mengambil risiko lebih baik melaksanakan mandi besar dibandingkan memperoleh dosa besar. Terutama bila dilakukan pada hari Jumat, maka orang yang melaksanakan dijamin memperolah ampunan dari dosa-dosanya. Satu lagi manfaat yang banyak disenangi adalah karena pahalanya sama saja seperti kita melaksanakan Qurban. Hal ini tentu sangat membuat kita bersyukur terutama tidak harus mengeluarkan biaya untuk berqurban setiap saat. Pahala ini dapat diraih bila sebelumnya mandi untuk berangkat sholat Jumat di masjid. Tentu saja harus berada di awal waktu karena apabila terlambat, maka manfaatnya akan berkurang. Bila kita mendengar suatu keutamaan atau manfaat dalam kegiatan agama Islam, tentu saja harus kita ikuti. Terutama apabila mampu menambahkan pahala kita sekaligus menghilangkan jumlah dosa yang kita miliki.. 1
mengapa mandi sebelum shalat jumat mengandung unsur ibadah